F A T R I A  A K B A R
Image by -
Blinkie Text Generator at TextSpace.net
United Of Saints Two
-

Justin Bieber Gets Nailed By a Watrer Bottle

on Senin, 09 Agustus 2010

Pecinta Alam Dan Pengubahan Citra


 

Pecinta Alam dan Pengubahan CitraPecinta alam sering diasosiasikan negatif oleh masyarakat pada umumnya. Hal ini terutama dikaitkan dengan perilaku individu maupun kelompok yang sering mengabaikan norma-norma sosial dalam pengekspresian pola pikir, ideologi maupun afeksifitas. Setiap komunitas memiliki idealisme dan norma kelompok yang membedakan komunitas yang satu dengan komunitas yang lain. Tak terkecuali komunitas-komunitas kepencintalaman. Norma-norma dan idealisme ini merupakan hal yang prinsipal dan mendasar sehingga bila pada suatu titik norma-norma kelompok itu berbenturan dengan norma kolektif masyrakat, kompromi akan sulit dilakukan.
Salah satu norma harus diabaikan dengan segala konsekuensi. Yang terjadi umumnya norma kolektif masyrakatlah yang terabaikan. Ini yang menjadi masalah, masyarakat menjustifikasi komunitas kepencintaalaman tidak bernorma dalam perilaku kesehariannya. Pada dasarnya norma itu tetap ada namun dengan proporsitas yang lebih pada kebebasan. Inilah yang menjadi titik tolak berkembangnya citra negatif pada komunitas kepencinta alaman.
Manusia secara kodrati memang tertarik pada kebebasan. Tak tanggung-tanggung filsuf sekaliber Nietzche misalnya, menjadikan kebebasan sebagai tujuan dari hidup manusia, yang dijelaskannya tak mungkin tercapai bila individu tak berusaha menjadi adimanusia.
Kebebasan sendiri membawa dilema. Manusia selalu merasa tidak puas pada keadaan dirinya, hingga ketika ia telah menggenggam kebebasan itu pada suatu titik ia akan merasa jengah akan kebebasan itu sendiri. Ketika kejengahan terjadi, manusia menjadi lebih dapat menghargai aturan. Ini mungkin dapat dijadikan pembelaan bagi pola perilaku yang dianut oleh komunitas kepencintalaman. Tapi masyarakat butuh sesuatu yang lebih kongkrit untuk mengubah prasangka negatifnya terhadap sebuah komunitas tak sesuai norma.
Mengapa persepsi negatif tersebut harus diubah? Karena dalam operasionalnya toh sebuah komunitas akan dibenturkan dengan komunitas yang lain di dalamnya akan ada sebuah hubungan resiprok, saling tergantung, saling membutuhkan. Komunitas itu juga berada dalam sebuah komunitas yang lebih besar lagi dengan ketergantungan yang lebih besar pula. Memang perlu kompromi agar pengubahan persepsi tersebut dapat terwujud. Tapi untuk mengakomodir hal tersebut, bukankah berarti harus pula mengubah ideologi, prinsip, dan singkatnya mengubah ‘wajah’ sebuah komunitas? Maka langkah yang lebih cerdik perlu dilakukan.
Menaikkan posisi tawar dengan menawarkan apa yang kita punya (dalam hal ini komunitas kepencinta alaman) bisa dijadikan alternatif pilihan. Ketika kita berhasil memberikan kontribusi positif pada komunitas yang lebih besar maka penghargaan bukan tidak mungkin dapat kita tuai. Penghargaan ini dapat berupa rasa percaya maupun persepsi positif terhadap komunitas kita. Masih berbicara tentang nilai tawar dalam ruang lingkup global tanpa sekat-sekat komunitas (dimana kita berdiri sendiri-sendiri sebagai individu). Sekedar nilai akademis saja tak akan cukup untuk ‘menjual diri’.
 Dunia yang semakin berkembang menuntut kita untuk memiliki ‘nilai tambah’ agar dapat ‘laku’ dalam pangsa kerja. Seperti apa nilai tambah itu? Nilai tambah ini dikemas dengan istilah soft skills. Soft skills tidak terefleksikan lewat angka-angka tetapi pola pikir dan perilaku. Pada dunia yang terus berkembang ke arah kapitalisme dan materialisme, soft skills inilah yang natinya akan laku keras. Soft skills meliputi skill-skill lainnya, seperrti learning skills, thinking skills, sampai leadership skills.
Learning skill merupakan ketrampilan yang dapat digunakan untuk selalu mengembangkan diri melalui proses belajar yang selalu berkelanjutan, sedang thinking skills merupakan suatu keterampilan yang berkaitan dengan pola pikir terutama dalam kaitannya dengan proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dan living skills adalah keterampilan hidup yang terdiri dari tanggung jawab, daya juang, keterampilan membangun dan memelihara hubungan sosial, kematangan emosi serta kemampuan mengelola diri.
Lantas apa kaitannya soft skills dengan komunitas pecinta alam dan reputasi negatif yang terlabel padanya? Komunitas pecinta alam dengan segala aktivitasnya mampu secara autodidak (tanpa training-training yang menghabiskan biaya itu) mengembangkan skill-skill yang memang harus dikembangkan dalam rangka pencapaian soft skills. Coba tengok Leadership Skills, leadership skills meliputi visi, pemahaman, common sense, kemantapan pengambilan keputusan, pemilikan keyakinan, semangat, motivasi serta kerjasama. Aplikasi dari keseluruhan aspek tersebut terepresentasikan lewat kegiatan-kegiatan operasional yang secara kontinyu dilakukan oleh komunitas kepencintaalaman.
Dalam kegiatan-kegiatan tersebut untuk dapat survive langsung maupun tak langsung kemampuan-kemampuan tersebut akan terasah dengan sendirinya. Pada dasarnya manusia memiliki kemampuan dasar untuk mengembangkan skill-skill tersebut di atas, tapi pengkondisian jelas merupakan faktor yang tak dapat diabaikan. Komunitas kepencintalaman memiliki intensitas yang lebih tinggi untuk tenggelam dalam situasi yang mengkondisikan terasahnya skil-skill tersebut.
Jika kita berbicara tentang suatu komunitas atau kelompok, maka tidak bisa dilepaskan dari ulasan tentang dinamika kelompok, proses manajerialnya, serta peran faktor kepemimpinan dalam memanage suatu kegiatan kelompok. Sebagai sebuah organisasi, kelompok pecinta alam terdiri atas dua individu atau lebih yang bersama-sama dalam suatu hubungan psikis tertentu, dimana kondisi individu mempunyai arti bagi individu yang lain, dan mereka saling pengaruh-mempengaruhi antara pribadi satu dengan yang lain (Kartono,1995). Dari ‘kesalingan’ tersebut akan terjalin hubungan aksi-reaksi yang menjadi indikasi adanya suatu dinamika dalam suatu koelompok tersebut.
Misalnya, dalam sebuah ekspedisi (pendakian, pengarungan, pemanjatan, dsb), dalam sebuah perencanaan, harus termaktub manajemen waktu, perjalanan, peralatan, dan opsi-opsi yang harus diperhatikan serta diputuskan bila bahaya menghadang. Kita dilatih untuk bisa disiplin dalam segala hal tersebut diatas. Kontrol emosipun dibutuhkan dalam berkegiatan ini. Bayangkan bila kita harus bekerja bersama dengan bermacam-macam tipe kepribadian dan dalam keadaan yang selalu berubah. Mau tidak mau kita dituntut untuk belajar mengerti keadaan orang lain, belajar menghargai satu sama lain, dimana akan menuju satu hal, yaitu bekerja sebagai sebuah tim.
Bayangkanlah hal ini dalam skala yang lebih besar, yaitu dalam dunia kerja, maka kita sebagai penggiat kepecintaalaman setidaknya sudah memiliki gambaran tentang kondisi dunia kerja yang kurang lebih sudah didapat dari pengembangan dan pembelajaran dalam komunitas kepecintaalaman. Ini merupakan nilai tambah yang otomatis didapat dan memiliki nilai tawar di komnunitas mesyarakat. Tapi hal tersebut tidak lantas mengubah perspsi dan pandangan masyarakat terhadap komunitas kepecintaalaman. Disinilah letak dilemanya.
Disatu sisi hal ini memiliki nilai tambah yang positif tapi tetap tidak dapat langsung mengubah persepsi masyarakat terhadap komunitas kepecintaalaman. Usaha tersebut tentu saja memerlukam perjuangan keras dan usaha yang tak henti-henti sampai di satu titik dimana tercapai kesesuaian antara nilai-nilai yang dianut oleh komunitas kepecintaalaman dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat, tentu saja setelah adanya kesesuaian persepsi diantara keduanya.

Kompas 


kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah relatif terhadap bumi kutub magnet . It consists of a magnetized pointer (usually marked on the North end) free to align itself with Earth's magnetic field . Ini terdiri dari pointer magnet (biasanya ditandai di ujung Utara) bebas untuk menyelaraskan diri dengan medan magnet Bumi . The compass greatly improved the safety and efficiency of travel, especially ocean travel. Kompas sangat meningkatkan keamanan dan efisiensi perjalanan, terutama perjalanan laut. A compass can be used to calculate heading , used with a sextant to calculate latitude , and with a marine chronometer to calculate longitude . Sebuah kompas dapat digunakan untuk menghitung pos , digunakan dengan sextant untuk menghitung garis lintang , dan dengan kronometer laut untuk menghitung garis bujur . It thus provides a much improved navigational capability that has only been recently supplanted by modern devices such as the Global Positioning System (GPS). Dengan demikian memberikan jauh lebih baik navigasi kemampuan yang baru baru-baru ini digantikan oleh modern perangkat seperti Global Positioning System (GPS). A compass is any magnetically sensitive device capable of indicating the direction of the magnetic north of a planet's magnetosphere . kompas adalah suatu perangkat sensitif magnetis mampu menunjukkan arah utara magnet dari planet magnetosfer . The face of the compass generally highlights the cardinal points of north, south, east and west. Wajah kompas umumnya menyoroti poin kardinal dari utara, selatan, timur dan barat. Often, compasses are built as a stand alone sealed instrument with a magnetized bar or needle turning freely upon a pivot , or moving in a fluid, thus able to point in a northerly and southerly direction. Seringkali, kompas dibangun sebagai berdiri sendiri disegel instrumen dengan bar magnet atau jarum berputar bebas atas poros , atau bergerak dalam fluida, sehingga dapat titik di arah utara dan selatan. The compass was invented in ancient China sometime before the 2nd century, and was used for navigation by the 11th century. kompas itu ditemukan di Cina kuno kira-kira sebelum abad ke-2, dan digunakan untuk navigasi pada abad ke-11. The dry compass was invented in medieval Europe around 1300. [ 1 ] This was supplanted in the early 20th century by the liquid-filled magnetic compass. [ 2 ] Kompas kering ditemukan di abad pertengahan Eropa sekitar 1300. [1] ini digantikan di awal abad 20 oleh diisi magnetik kompas-cair. [2]
Other, more accurate, devices have been invented for determining north that do not depend on the Earth's magnetic field for operation (known in such cases as true north , as opposed to magnetic north ). Lain, lebih akurat, perangkat telah diciptakan untuk menentukan utara yang tidak bergantung pada lapangan magnet bumi untuk operasi (dikenal dalam kasus seperti utara sejati , berlawanan dengan utara magnetis ). A gyrocompass or astrocompass can be used to find true north, while being unaffected by stray magnetic fields, nearby electrical power circuits or nearby masses of ferrous metals. Sebuah gyrocompass atau astrocompass dapat digunakan untuk menemukan utara benar, sementara tidak terpengaruh oleh medan magnet tersesat, dekat sirkuit listrik atau massa dekat logam besi. A recent development is the electronic compass, or fibre optic gyrocompass , which detects the magnetic directions without potentially fallible moving parts. Perkembangan terbaru adalah kompas elektronik, atau serat optik gyrocompass , yang mendeteksi arah magnetik tanpa bagian yang bergerak berpotensi berbuat salah. This device frequently appears as an optional subsystem built into GPS receivers. Perangkat ini sering muncul sebagai subsistem opsional dibangun ke penerima GPS. However, magnetic compasses remain popular, especially in remote areas, as they are cheap, durable, and require no electrical power supply. [ 3 ] Namun, kompas magnetik tetap populer, terutama di daerah terpencil, yang murah, tahan lama, dan tidak memerlukan catu daya listrik.

Play Flash Games or Download Game



Car Games

War Games
Taxi Gone Wild
Terrordactyl Carnivore

Mario Games

Bike Games

Super Mario 63

Nuclear Bike

Shooting Games

Kids Games

13 Days in Hell

Gimme 5 Movie

Fighting Games

Football Games

Fisticuffs Boxing

Peace Queen Cup Korea

Girls Games

Dress Up Games

Tokio Hotel

Jemima Dressup

® - By Game38.com - ®

My Twitter

Google Earth Maps